Cara
Menghitung Skor TPA OTO Bappenas – TPA OTO BAPPENAS atau Tes potensi akademik Bappenas
merupakan sebuah tes yang secara khusus digunakan untuk mengetahui serta
mengevaluasi kemampan seseorang yang ingin masuk ke dalam jenjang pendidikan
selanjutnya, melakukan pendaftaran beasiswa, menjadi pegawai atau karyawan, dan
beberapa kategori lainnya. Tes ini merupakan tes yang bisa dilakukan secara
berkelompok atau organisasi, dan juga perorangan.
Bagi teman-teman yang mendaftar S2 atau S3 pasti
diawal-awal harus mengikuti beberapa rangkaian test. Salah satu yang harus
diikuti adalah TPA. Test Potensi Akademik atau TPA biasanya digunakan untuk
mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan.
TPA OTO BAPPENAS
TPA OTO BAPPENAS dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
Penalaran
Verbal
Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar
merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita
sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita
baik di koran atau situs-situs berita.
Kuantitatif
Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test
kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka.
Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa
pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret
angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.
Penalaran
(CMIIW)
Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah
logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika
gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan
sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih
mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.
Fungsi TPA OTO BAPPENAS
TPA OTO BAPPENAS merupakan tes psikologi yang
digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan
obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi
dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus
dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang-besar berhasil menangani masalah yang
bersifat intelektual. Karena itulah, TPA kerap dipergunakan dalam penyeleksian
mahasiswa baru dan penyeleksian karyawan atau pegawai baru, bahkan untuk
penyeleksian pimpinan suatu institusi negeri/swasta. TPA digunakan dalam SMNPTN
untuk S1 sejak tahun 2009 dan digunakan dalam SNMPTN tertulis untuk S1 sejak
tahun 2012. Selain digunakan dalam penyaringan mahasiswa, TPA juga digunakan
dalam penyeleksian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di kalangan peserta tes
CPNS, TPA kerap disebut psikotest.
Cara Menghitung Skor TPA OTO
Bappenas
Cara menghitung skor TPA hasil tes potensi akademik
OTO BAPPENAS dengan mudah. Skor tes TPA mempunyai rentang antara 200-800.
Sedangkan skor yang dibutuhkan untuk masuk ke suatu perguruan tinggi, tiap-tiap
universitas memiliki standar yang berbeda-beda. Kebijakan perbedaannya
tergantung Universitas mana dan programnya apa. Sebagai gambaran, untuk MM-UI
minimal skor aman adalah 575 dan untuk MM-UGM minimal 500. Jadi untuk kisaran
nilai aman sekitar 570-600.
Dari 3 sub tes TPA, yaitu tes kemampuan verbal, tes
numerik dan tes penalaran, masing masing subtes memiliki skor antara 20 sampai
80 sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtes
tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10. Dan nilai akhirnya adalah 200 hingga 800.
Nilai ini dijelaskan secara rinci dalam sertifikat yang dikeluarkan setelah
kita menjalani sebuah TPA.
Atau anda juga dapat menghitung skor TPA anda dengan
rumus di bawah ini:
Skor TPA = (jumlah benar / jumlah total soal x 600) +
200
rumus skor TPASebagai contoh, dalam suatu latihan TPA,
dari 250 soal yang diujikan, anda bisa mengerjakan 125 soal dengan benar, maka
skor TPA anda adalah:
(125/250 x 600) + 200 = 500
Cobalah hitung skor tes TPA OTO BAPPENAS anda setiap
kali melakukan latihan. Catat dan terus tingkatkan nilai anda.
Tips Menghadapi TPA Bappenas
Berikut adalah tips lebih detail dalam menghadapi TPA
Berlatihlah
Sesering Mungkin
Seperti kata pepatah, practice makes perfect. Semakin sering
seseorang berlatih, semakin besar pula peluangnya untuk mencapai tujuan dengan
baik. Beberapa minggu sebelum waktu pelaksanaan tes, persiapkan senjata
berperang Anda dan siapkan mental untuk berjuang. Usahakan untuk memperoleh
buku yang merangkum berbagai jenis soal-soal TPA pada tahun sebelumnya sesuai
tujuan Anda. Tidak harus membeli yang baru, bahkan Anda bisa mencari sendiri
contoh soal di internet dan mencetaknya untuk dikerjakan sebagai latihan.
Dengan rajin latihan soal, semakin lama Anda akan
semakin akrab dengan model soal dan lebih terampil dan cepat dalam menjawabnya.
Ingatlah bahwa saat tes berlangsung akan ada batasan waktu, ada baiknya Anda
juga memberi batasan waktu sedari masih dalam tahap latihan, sehingga nantinya
lebih bisa mengatur strategi untuk menjawab soal dengan waktu yang efisien.
Pahami
Karakteristik Soal TPA
Walaupun sama-sama dinamakan dengan TPA, namun jika
penyelenggaranya berbeda, tentunya tingkat kesulitan, model soal, dan strategi
penyelesaiannya pun berbeda. TPA yang diadakan oleh Bappenas misalnya, tentu
berbeda dengan TPA untuk pascasarjana. Oleh karena itulah, sebelum waktu
pelaksanaan tes, jauh-jauh hari cari terlebih dahulu informasi
sebanyak-banyaknya tentang karakteristik soal penyelenggara tersebut.
Setiap instansi penyelenggara tentunya memiliki
parameter tersendiri yang menentukan apakah seseorang lolos TPA atau tidak.
Banyak-banyaklah mempelajari dan menganalisis model tiap soal sesuai instansi
penyelenggara TPA yang akan Anda jalani. Usahakan pula selalu mempelajari
soal-soal yang up to date, maksimal 3 tahun sebelumnya.
Semakin lama jenis soal TPA tentunya semakin
berkembang, jangan sampai yang Anda pelajari sudah ketinggalan zaman dan tidak
lagi akan muncul di tes yang akan dijalani. Biasanya jenis soal akan paling
mirip dengan tes pada waktu tepat sebelumnya. Jika memungkinkan, rajinlah juga
bertanya pada senior yang tahun sebelumnya berhasil lolos TPA.
Kiat
Mengerjakan Sesi Tes Verbal
Pada sesi tes verbal, Anda akan dihadapkan dengan soal
yang berhubungan erat dengan makna suatu kata, lawan kata, sinonim kata, dan
sebagainya. Pengetahuan yang luas mengenai perbendaharaan berbagai kata sangat
diperlukan disini.
Untuk melatih kemampuan verbal Anda, lakukan beberapa
hal berikut.
Banyak
membaca. Jangan hanya membaca berita selebritis, cobalah tingkatkan
kemampuan pemahaman istilah Anda dengan membaca koran, majalah ekonomi dan
bisnis, atau buku-buku sastra. Semakin banyak dan rajin Anda membaca,
semakin baik kemampuan verbal Anda.
Pelajari
kata yang tidak dimengerti. Selama latihan TPA berlangsung, jika menemukan
soal dengan kata yang asing dan belum Anda pahami, jangan tinggalkan
begitu saja. Carilah maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga
Anda paham betul dan ketika ditanyakan kembali Anda sudah tahu jawabannya.
Buat
daftar kata-kata tidak umum. Agar bisa dibaca sekilas sehari sebelum tes
berlangsung, buatlah list kata-kata yang sering muncul di soal. Baca
kembali sehari sebelum tes berlangsung sehingga persiapan Anda maksimal.
Kiat
Mengerjakan Tes Numerik
Pada sesi tes numerik yang behubungan dengan angka,
Anda akan dihadapkan dengan operasi matematika yang dasar. Pada dasarnya,
pengerjaan tes numerik tidak akan memerlukan ingatan mengenai rumus yang sangat
rumit.
Lakukan kiat-kiat berikut untuk mengerjakan tes
numerik :
Latihan
menghitung cepat. Siapa pun bisa menghitung, namun tidak semua orang
berlatih untuk menghitung cepat. Dari soal latihan TPA, cobalah untuk
menekan diri Anda mengerjakan di bawah batas waktu yang diberikan. Semakin
sedikit waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan soal, semakin banyak
soal yang bisa dikerjakan.
Pilih
soal yang mudah lebih dulu. Jangan berkutat terlalu lama memecahkan
persoalan di satu soal sehingga soal lainnya terbengkalai. Ingatlah bahwa
tiap soal akan dinilai dengan point yang sama. Jika Anda mendahulukan soal
yang mudah dikerjakan, akan semakin banyak soal yang berhasil Anda jawab
tanpa perlu menghabiskan waktu.
Asah
logika berpikir. Kebanyakan soal numerik juga membutuhkan kemampuan logika
yang kuat. Oleh karena itu, jangan hanya menghitung saja, namun pahami
betul-betul apa yang Anda hitung dengan logika berpikir yang benar.
Fokuskan
Diri Mengerjakan Sesi Per Sesi
Saat mengerjakan TPA, fokuskan tubuh dan pikiran hanya
untuk mengerjakan soal dan singkirkan sementara pikiran-pikiran lain yang
mengganggu. Pendeknya, saat mengerjakan satu soal, baca baik-baik pertanyaan
yang ada, dan tentukan terlebih dahulu apakah kira-kira Anda bisa mengerjakan
soal tersebut.
Jika kira-kira soal tersebut asing modelnya bagi Anda,
tinggalkan saja dan beralihlah untuk fokus ke soal yang lebih familiar. Semakin
terlatih Anda, semakin Anda mampu memfokuskan pikiran lebih baik. Saat lebih
fokus, biasanya orang juga akan lebih bijak dalam mengatur waktu untuk
menyelesaikan sebanyak mungkin persoalan.
Kerjakan
soal yang paling mudah
Total keseluruhan soal sebanyak 250 butir, dan harus
selesai dikerjakan dalam waktu 3 jam (rata-rata 1 jam per bagian soal). Kalau
dirata-rata kan seluruhnya, per satu soal membutuhkan waktu 43.2 detik untuk
berpikir, itu pun belum termasuk melingkari lembar jawaban. Jadi harus belajar
bijaksana memanfaatkan waktu dengan mengakui kalau tidak mampu mengerjakan
soal, skip! jangan sampai terpancing rasa “penasaran”, sehingga ngubek-ngubek
soal itu-itu aja, bahaya kalau sampai penasaran, waktu taruhannya. Lewati saja
soal yang dirasa sulit karena masih banyak soal lain yang lebih mudah.
Demikianlah 6 Tips TPA OTO Bappenas yang tentunya bisa
dilakukan siapa saja, asalkan memiliki keinginan yang kuat dan kokoh. Semoga
bermanfaat bagi Anda!
Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada
baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Di Pelatihan TPA Bappenas
ini Anda akan di ajarkan mengenai sinonim, antonim, matematika,
silogisme, logika cerita dan gambar. Selain itu, Anda juga akan
diajarkan trikdan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple
agar dapat menjawabsoal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan
tepat.
Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang
bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).
Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA
telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),
rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.
Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai
perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor
minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan
mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.
SEJARAH
Organisasi penyedia layanan Tes Potensi Akademik (TPA), berkembang
dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan penggunaan dan pengguna alat
tes itu sendiri. Sebagai alat tes, TPA pertama kali dikembangkan bersamaan
dengan berdirinya Overseas Training Office (OTO) di Bappenas pada tahun 1984.
Tugas OTO Bappenas pada waktu itu adalah mengelola dan mengkoordinasikan dana
hibah luar negeri untuk peningkatan SDM khususnya PNS melalui program beasiswa
S2 dan S3 luar negeri. Mengingat besarnya calon peserta dan tuntutan akan
adanya kredibilitas untuk memilih calon peserta serta untuk menjamin
keberhasilan penyelesaian studi peserta program yang diselenggarakan OTO
Bappenas, dikembangkan suatu alat seleksi sejenis advanced level scholastic
aptitude test (SAT) yang telah diterapkan secara luas di Amerika Serikat, dalam
bahasa Indonesia. Konsep TPA dirancang mengikuti model Graduate Record
Examination Aptitude Test (GRE) yang telah diterapkan secara luas di Amerika
Serikat. Keputusan ini diambil karena sebagian besar calon mahasiswa dikirm ke
universitas di Amerika Serikat yang menuntut calon lolos saringan GRE.
Disamping itu, penelitian di Amerika Serikat menunjukan angka total GRE lebih
valid dibanding indeks prestasi undergraduate sebagai alat prediksi
keberhasilan dalam pendidikan pascasarjana. Dari pelaksanaan tes pertama
tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari departemen dan lembaga non
departemen yang menyatakan bahwa TPA sangat sesuai digunakan sebagai salah satu
alat seleksi bagi calon peserta program S2 dan S3 luar negeri. Dari analisis
item soal-soal TPA menunjukan bahwa validitas dan reliabilitas TPA cukup
tinggi. Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas TPA, Koperasi Bappenas secara
periodik bekerjasama dengan konsultan dan lembaga, baik dari dalam maupun luar
negeri, dalam pengembangan TPA. Selain itu, OTO Bappenas juga terus memperbaiki
sistem pendaftaran, pengadaan bahan, pelaksanaan tes, penilaian (skoring), dan
penyampaian hasil kepada peserta. Pada perkembangan selanjutnya, TPA tidak
hanya digunakan sebagai alat seleksi untuk program beasiswa S2 dan S3 luar
negeri saja, namun juga digunakan sebagai alat seleksi penerimaan mahasiswa
program S2 dan S3 oleh sebagian besar perguruan tinggi negeri dan swasta.
Selain itu TPA juga kemudian dipergunakan sebagai alat seleksi penerimaan
pegawai baru dan mutasi/promosi jabatan oleh departemen/lembaga non departemen
di pusat dan daerah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta. Sebagai organisasi
penyedia layanan, OTO Bappenas sebagai penyedia layanan di bawah lembaga
pemerintah, sekarang telah diganti oleh lembaga berbadan hukum independen:
Koperasi Pegawai Bappenas atau disebut juga dengan nama Koperasi Perencanaan.
Koperasi Perencanaan memiliki unit khusus yang melayani permintaan
penyelenggaraan TPA dan tes lain-lainya, yakni: Unit Usaha Otonom
Penyelenggaraan Tes (UUO PT).
Apa Itu Tes
Potensi Akademik (TPA)?
Tes Potensi
Akademik atau TPA adalah salah satu bentuk tes psikologi yang banyak digunakan
dalam proses rekrutmen kerja, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan
swasta.
Tak hanya
itu, beberapa universitas dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SBMPTN) juga menjadikan TPA sebagai bagian dari proses seleksi.
Pasalnya,
tes psikologi yang satu ini dianggap penting untuk melihat proses berpikir
seseorang.
Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3
jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes
logika.
Tes
verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan
bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan
kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
Tes
angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir
terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik
(hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes
angka dalam cerita.
Tes
logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan
pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi
tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes
logika cerita, dan tes logika diagram.
Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA
Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering
mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk,
pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa.
Silahkan Download Soal TPA OTO Bappenas Pdf
berikut ini :
Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi
Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi
sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting.
Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat
mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk
menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes
Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA
Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.
Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi
akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes
dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.
Jika memang
penting, bagaimana tips sukses dalam menghadapi TPA?
Jika pernah
mendaftar kerja di berbagai perusahaan, kamu mungkin tidak asing lagi dengan
tes yang satu ini. Tes Potensi Akademik atau TPA adalah salah satu jenis
psikotes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang. Di
Indonesia, TPA banyak dimanfaatkan dalam proses rekrutmen kerja, tes beasiswa,
hingga tes masuk perguruan tinggi.
Bahkan,
dikutip dari laman resmi Bappenas, TPA juga dirancang untuk melihat potensi
intelektual yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang dalam
menjalani pendidikan S2 atau S3.
Setidaknya
ada tiga aspek yang dinilai dalam tes TPA, yakni verbal, numerikal, dan
figural.
Kemampuan
verbal adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan bahasa.
Adapun
kemampuan numerikal adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan angka.
Sementara
itu, kemampuan figural adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan
gambar.
Meskipun
pertanyaan dalam Tes Potensi Akademik terkesan sederhana, banyak orang justru
gagal dalam tes ini.
Alasannya
beragam, mulai dari tidak teliti, kekurangan waktu, hingga bingung menentukan
jawaban yang tepat.
Oleh karena
itu, dibutuhkan trik khusus untuk dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat
sesuai waktu yang telah disediakan.
Tes Potensi
Akademik menggunakan sistem penilaian skor. Semakin banyak jawaban yang
berhasil kamu jawab dengan benar, semakin tinggi pula skormu.
Rentang
nilai TPA yang bisa kamu dapatkan adalah 200-800.
Mengapa TPA
dibutuhkan dalam proses seleksi?
TPA
bertujuan untuk mengukur kapasitas berpikir siswa, sehingga hasil tes ini dapat
memprediksi apakah seorang siswa akan lebih berhasil dalam prestasi belajarnya
di jenjang yang lebih tinggi, dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami
stress dengan tuntutan belajar di sekolah nantinya.
Siswa yang
memiliki kemampuan berpikir yang tinggi akan memiliki proses berpikir dan
strategi pemecahan masalah yang efektif dan efisien yang membuatnya lebih mudah
mempelajari mata pelajaran di sekolah dan menyelesaikan persoalan, sehingga dia
tidak mudah untuk mengalami kecemasan dalam belajar dan akan memiliki prestasi
belajar yang lebih baik.
Hasil dari
nilai TPA dapat pula digunakan sebagai profil kemampuan berfikir siswa
(berfikir dengan bahasa, angka, atau gambar) yang dapat dipergunakan oleh guru
dan sekolah untuk mengembangkan proses pembelajaran di sekolah tersebut atau
membantu siswa secara individual. Sehingga, proses pembelajaran siswa akan
lebih efektif dan optimal karena siswa dapat memaksimalkan potensi kemampuan
berpikirnya (dengan bahasa, angka, atau gambar) dalam belajar.
Contoh,
seorang siswa yang mempunyai profil kemampuan berfikir yang menunjukkan
kekuatan kemampuan berfikir dengan gambar dibandingkan dengan kemampuan dalam
berfikir bahasa dan angka, maka anak sebaiknya diminta untuk membuat
sketsa-sketsa gambar untuk memahami pelajaran yang bermuatan bahasa yang
tinggi.
Contoh Soal TPA OTO Bappenas
Analogi
Dalam
analogi, Anda akan menjawab kumpulan soal TPA mengenai persamaan atau
persesuaian antara dua benda yang berlainan. Pada soal kategori analogi
biasanya diberikan dua atau lebih kata dan anda akan diberikan pilihan untuk
mencari pasangan dari kata tersebut.
Nah, tips
paling penting yang perlu anda ingat adalah cari tahu dulu apa hubungan dari
kata yang ada dalam soal.
Berikut
contoh soal tes potensi akademik bagian analogi dan pembahasannya.
Soal 1
Gerbong :
Lokomotif = … : …
A. Taksi :
Pengemudi
B. Kereta :
Masinis
C. Pedati :
Andong
D. Delman :
Kuda
E. Trem :
Rel
Pembahasan:
Kata kunci
dari kata gerbong dan lokomotif adalah gerbong ditarik oleh lokomotif. Jika
dilihat dari pilihan jawaban, pilihan yang juga memiliki kata kunci “ditarik
oleh” adalah delman dan kuda karena delman ditarik oleh kuda. Jadi, jawabannya
adalah D.
Soal 2
Babak :
Drama = … : …
A. Lagu :
Musik
B. Rima :
Puisi
C. Halaman
: Novel
D. Bab :
Buku
E.
Pemandangan : Pertunjukan
Pembahasan:
Kata kunci
dari kata babak dan drama adalah babak merupakan pembagian dari sebuah drama.
Jika dilihat dari pilihan jawaban, pilihan yang juga memiliki kata kunci
“pembagian dari” adalah bab dan buku karena bab merupakan pembagian dari sebuah
buku. Jadi, jawabannya adalah D.
Sinonim
Seperti
yang diketahui sinonim merupakan persamaan kata. Jadi, dalam menjawab soal TPA
verbal bagian sinonim, anda perlu tahu apa arti kata dalam soal sehingga bisa
memilih kata lainnya yang memiliki makna sama.
Berikut
contoh soal tes potensi akademik bagian sinonim dan pembahasannya.
Soal 1
Agitasi = …
A. Hasutan
B.
Penolakan
C. Rencana
D. Kompromi
E.
Konsolidasi
Pembahasan:
Agitasi
memiliki arti ajakan; persuasi. Jadi, jawabannya adalah A.
Soal 2
Konformitas
= …
A. Konflik
B.
Ketidakteraturan
C.
Pembentukan
D. Harmoni
E. Anomali
Pembahasan:
Konformitas
berasal dari bahasa inggris confirm yang artinya konfirmasi; disetujui; kukuh.
Jadi, jawabannya adalah D.
3. RELATIF
= ….
a. Biasa
b. Ukuran
c. Nisbi
d. Statis
e. Pasti
Jawaban: C
4. RENOVASI
= ….
a.
Pemagaran
b.
Peningkatan
c.
Pemugaran
d.
Pemekaran
e.
Pembongkaran
Jawaban: C
5.
ANTARIKSAWAN RUSIA = ….
a.
Astronomi
b.
Astronesia
c.
Atronomika
d.
Astronout
e. Kosmonout
Jawaban: D
6. BALAI
YASA = ….
a. Rumah
Sakit
b. Ruang
Pertemuan
c. Rumah
makan
d. Bengkel
Lokomotif
e. Aula
Jawaban: D
7.
PSEUDONYM =….
a. Nama
Asli
b. Bukan
Asli
c. Nama
Samaran
d. Padanan
Kata
e. Nama
Lengkap
Jawaban: C
8. JASA
BOGA =….
a. Seni
Merias
b.
Pelayanan Disain Rumah
c.
Penyewaan Pakaian Pengantin
d. Pakaian
Adat
e. Katering
Jawaban: E
9. GAMBARAN
= ….
a. Dimensi
b. Bentuk
c. Citra
d.
Penampakan
e.
Imajinasi
JAWABAN: C
10.
PRESTISE = ….
a. Unggul
b. Berkah
c. Elite
d. Pilihan
e. Martabat
Jawaban: A
Penggunaan
TPA Bappenas di Indonesia
Secara umum
TPA digunakan untuk menguji seseorang dan mengetahui tingkat
intelektualitasnya. Selain itu, juga mengukur kemampuan dalam menghadapi dan
menyelesaikan masalah.
Digunakan
Sebagai Penguji Calon Karyawan Swasta dan BUMN
Kebanyakan
perusahaan besar membutuhkan SDM atau sumber daya manusia yang memiliki
kemampuan dan daya saing. Hal ini penting untuk memajukan perusahaan guna
meraih visi dan misi perusahaan. Tes potensi
akademik akan dilakukan sebagai langkah awal proses rekrutmen yang dilakukan. Biasanya,
akan digunakan jasa pihak ketiga untuk melakukannya, kemudian perusahaan akan
melakukan pemilihan calon karyawan dari hasil tersebut. Para
peserta yang berhasil melalui tes ini akan langsung menjalani prosedur
rekrutmen berikutnya. Jika Kakak berhasil melalui TPA ini, maka kesempatan
besar untuk meraih pekerjaan di perusahaan yang diinginkan.
Digunakan
untuk Mendapatkan Beasiswa Kuliah Magister
Tidak
sedikit universitas yang menawarkan beasiswa dengan syarat harus mengikuti tes
terlebih dahulu. Salah satunya adalah TPA, karena tingkat intelektual seorang
calon mahasiswa sangatlah penting. Apabila
Kakak punya niat untuk mendapatkan beasiswa kuliah magister, baik S2 maupun S3,
harus bisa melalui ujian ini. Jadi, sangat penting untuk melakukan persiapan
semenjak dini. Tes Potensi
Akademik atau TPA adalah salah satu bentuk tes psikologi yang banyak digunakan
dalam proses rekrutmen kerja, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan
swasta. Tak hanya itu, beberapa universitas dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan
Tinggi Negeri (SBMPTN) juga menjadikan TPA sebagai bagian dari proses seleksi. Pasalnya,
tes psikologi yang satu ini dianggap penting untuk melihat proses berpikir
seseorang
Mengapa Pelatihan TPA Bappenas
Penting ?
Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama
meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif
lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya;
peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor
yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta
yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih
rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta
yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan
dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.
Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi
seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia,
jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap
penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki
persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya
dapat terukur dengan tepat.
Apa Saja Manfaat Pelatihan TPA
?
Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan
Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa
banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA.
Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian
besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar
soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.
Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang
diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya
yang tinggi bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga
bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif
tinggi/rendah.
Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi
mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama
meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA
langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang
memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan
lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan
TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga
maupun Karyawan dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain
perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.
TPA
Bappenas Numerik – TPA
dirancang untuk mengungkap potensi intelektual, yang dianggap mendasari
kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan mengikuti jenjang
pendidikan S2 atau S3. UPP-TPA dapat memberikan pelayanan penyelenggaraan TPA
melalui kerjasama dengan lembaga pengguna tes yang bermaksud mengadakan seleksi
penerimaan pegawai, mutasi dan promosi jabatan, atau penerimaan mahasiswa baru
jenjang pendidikan S2 dan S3.
Soal TPA OTO Bappenas terdiri atas 250 soal dengan
waktu pengerjaan 3 jam. Soal dibagi dalam 3 subtes, yaitu tes kemampuan verbal,
tes numerik, dan tes penalaran. Kali ini kami akan membahas TPA Bappenas
Numerik. Tes angka numerik berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang
dibidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini
meliputi tes seri angka dan tes logika angka. Thursone mengemukakan bahwa tes
kemampuan numerik ini adalah salah satu kemampuan mental utama, mengukur
kemampuan berpikir yang berkaitan dengan bilangan dan konsep bilangan atau
angka-angka. Faktor penting pengerjaan tes iq semacam ini terletak pada
ketelitian dan kecermatan.
Salahsatu jenis Tes TPA Bappenas Numerik adalah deret.
Pada tes ini Anda diminta untuk menentukan hubungan-hubungan yang berlaku
dari satu bilangan ke bilangan yang lain. Anda juga menentukan bilangan yang
hilang dengan menggunakan pola yang sama pada deret tersebut. Anda harus
memperhatikan perubahan satu bilangan ke bilangan yang lain. Pastikan bilangan
yang ada memiliki pola bilangan yang sama.
Untuk soal TPA Bappenas Numerik ini Anda harus
sering-sering berlatih dan mencoba menyelesaikan soal-soal sejenis agar dapat
melalui tes deret bilangan dengan sukses. Tes ini membutuhkan ketelitian atau
kejelian yang tinggi.
Tipe Deret Bilangan yang Sering
Digunakan Dalam Tes
Fibonanci
Deret Fibonanci adalah deret bilangan dimana dua angka
pertama merupakan angka awal yang nantinya akan di jumlahkan pada angka ketiga.
Tingkat
Deret tingkat adalah deret bilangan yang aturannya
bertingkat. Deret tingkat relatif cukup sulit dibandingkan dengan tipe deret
yang lain.
Larik
Deret larik adalah deret bilangan yang terdiri dari
beberapa subderet. Subederet dapat berupa beberapa larik.
Kombinasi
Deret kombinasi adalah deret yang aturannya merupakan
kombinasi dari deret fibonanci, deret bertingkat, dan larik.
Tips dan Trik Menyelesaikan Soal TPA
Bappenas Numerik
Carilah
perubahan antara angka yang satu dengan angka yang lainnya. Cek juga
apakah pola ini berlaku pada hubungan angka yang lain.
Jika
polanya sama, maka terapkan pola tersebut ke angka selanjutnya
Jika
Pola barisan angka atau huruf sudah ditemukan, cek kembali pola yang
berlaku secara keseluruhan.
Temukan
jawabannya dan kerjakan semua langkah penyelesaian soal dengan teliti.
Setelah memahami tipe soal, deret bilangan yang sering
di gunakan dalam tes, serta tips dan trik cara supaya mudah dalam menyelesaikan
Soal TPA Bappenas Numerik, maka akan lebih lengkap rasanya bila kami
juga memberikan Contoh Soal TPA Bappenas Numerik. Nah, selengkapnya bisa di
lihat dibawah ini.
18, 23,
19, 25, 22, 29 …, …
A. 25 dan 34
B. 23 dan 33
C. 27 dan 35
D. 25 dan 35
E. 24 dan 32
Jawaban:
Terdapat dua pola yang berlaku:
Pola pertama ditambahkan dengan bilangan ganjil yang
berurutan naik.
18 + 1 = 19
19 + 3 = 22
22 + 5 = 27
Pola kedua ditambahkan dengan bilangan genap berurut
naik.
23 + 2 = 25
25 + 4 = 29
29 + 6 = 35
Jadi jawaban yang tepat adalah 27 dan 35. Jawaban : C
30, 32,
33, 35, 42, 48, …, …, 63
A. 40 dan 52
B. 54 dan 60
C. 42 dan 52
D. 55 dan 59
E. 50 dan 60
Jawaban:
Terdapat tiga pola:
Pola pertama ditambahkan 5,
30 + 5 = 35
35 + 5 + 40
Pola yang kedua ditambahkan 10,
32 + 10 = 42
42 + 14 = 52
Pola yang ketiga ditambahkan 15,
33 + 15 = 48
48 + 15 = 63
Jadi, jawaban yang tepat adalah 40 dan 52. Jawaban A
4,
17, 8, 14, 16, 11,
32, 28, …, …
A. 66 dan 4
B. 58 dan -3
C. 60 dan 3
D. 64 dan 5
E. 61 dan 2
Jawaban:
Terdapat 2 pola dalam deret ini:
Pola dikali 2, yaitu 4, 8, 16, 32.
Pola berkurangi 3, yaitu 17, 14, 11 dan 8.
Dengan memperhatikan pola yang ada, maka bilangan
selanjutnya adalah
Pola dikalikan 2, bilangan setelah 32 adalah 64
Pola dikurangi 3, bilangan setelah 8 adalah 5
Jadi jawaban yang tepat adalah 64 dan 5. Jawaban D
13, 14,
17, 22, 29, 38, …
A. 45
B. 47
C. 49
D. 50
E. 51
Jawaban:
Pola yang berlaku adalah dengan menambahkan angka
ganjil dimulai dengan angka 1:
13 + 1 = 14
14 + 3 = 17
17 + 5 = 22
22 + 7 = 29
29 + 9 = 38
Jadi, bilangan yang dicari adalah 49. Jawaban C.
5, 7,
50, 49, 500, 343, ….
A. 5.490
B. 5.000
C. 3.500
D. 2.401
E. 4.900
Jawaban:
Terdapat 2 pola dalam deret ini:
Pola pertama di kali 10 : 5, 50, 500
Pola kedua di kali 7 : 7, 49, 343
Pola kedua di kali 7 : 7, 49, 343
Dengan memperhatikan pola yang ada, maka bilangan
selanjutnya adalah 5000. Jadi jawabannya B
50, 40,
100, 90, …., 140, 200, 190
A. 150
B. 140
C. 130
D. 120
E. 135
Jawaban:
Untuk menjawab soal diatas erhatikan angka yang
bercetak tebal dengan yang tidak, di setiap angka untuk golongan yang bercetak
tebal akan ditambahkan 50 begitu pula sebaliknya.
50, 40, 100, 90, …., 140, 200, 190
Angka yang tepat untuk mengisi deret yang kosong
adalah 150. Jadi, jawabannya A
Itulah 6 Contoh TPA
Bappenas Numerik untuk
materi deret angka yang bisa Anda pelajari sebelum terjun langsung untuk
menjawab soal-soal latihannya. Sebenarnya mengerjakan soal penalaran numerik
sangat menyenangkan, jika kita sudah paham pola dari barisan yang ada. Kunci
supaya kita bisa lincah mengerjakan soal seperti ini hanya satu yaitu perbanyak
latihan soal. Semakin banyak latihan semakin mudah dapat polanya, semakin mudah
dapat polanya semakin cepat cara kerjanya, dan waktu yang Anda gunakan untuk
mengerjakan soal menjadi sedikit/singkat. Semoga bermanfaat….
Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada
baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Di Pelatihan TPA Bappenas
ini Anda akan di ajarkan mengenai sinonim, antonim, matematika,
silogisme, logika cerita dan gambar. Selain itu, Anda juga akan
diajarkan trikdan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple
agar dapat menjawabsoal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan
tepat.